Showing posts with label Personal Note. Show all posts
Showing posts with label Personal Note. Show all posts

Tuesday, March 12, 2019

Ghosting

Bagi yang ngga tau apa itu ghosting, itu tindakan tiba-tiba pergi dari suatu hubungan tanpa kabar. Yak, siapa yang pernah begini atau diginiin?

Ini tindakan yang umum, banyak banget yang ngelakuin. 
Pertanyaannya, is it appropriate/acceptable?

Awalnya aku langsung bilang 'ngga lah, nyebelin banget tiba-tiba pergi ngga bilang-bilang'.. Tapi trus aku mikir.. wait, aku juga pernah ghosting ternyata.. jadi aku menyimpulkan kalau the appropriateness of ghosting depends on the relationship intensity. Eh yaampun, berasa judul skripsi~
1. Hubungannya udah intens
Intens itu seperti daily phone call/meeting selama beberapa minggu. Kalau dihubungan ini dia/kamu ghosting, itu kurang pas. Karena dalam hubungan yang udah tiap hari ketemu/telp itu udah ada sinyal implicit kalau sama-sama nyaman dan kalau tiba-tiba hilang tanpa kabar itu pasti membingungkan buat yang ditinggal. Dalam hubungan ini, keduanya udah invest banyak dan probably berharap banyak juga. Jadi, kalau pergi, akan lebih dihargai klo bilang dulu. Dengan bilang dulu sebelum pergi ini juga artinya orang yang pergi menghargai orang yang ditinggal. Orang yang pergi mikir 'he/she deserve to know'. Tapi kalau dia ghosting, he/she is not worth your attention. Kalau butuh penjelasan/closure, bisa dicoba ditanyain.. Tapi kalau ngga didapet juga, yasudah, give it up.
2.  Hubungannya masih ditahap awal
Misalnya, masih baru chat aja atau ngedate 1-3 kali. Kalau dihubungan ini, rasanya wajar klo ada yang ghosting. Karena masing-masing masih 'test the water'. Mungkin masih ada yang mikir ini sekedar teman. jadi kalau mau pergi harus bilang, malah bakal aneh. Ada kemungkinan yang ditinggal bilang 'emang kita deket?' dan ternyata kedekatannya hanya ilusi semata~ hahaha. Dan yang ditinggal pun ngga bakal pusing mikirin kenapa ditinggal, paling mikir 'ohya mungkin ga cocok aja'. Jadi ghosting dihubungan ini ngga masalah.
3. Ada starting point
 Yang nomer 1-2 itu untuk yang belum ada omongan apa-apa. Tapi kalau udah ada statement suka, 'kita jalanin dulu aja' atau semacamnya, ini harus banget untuk ngomong mengakhiri hubungan (entah apapun itu hubungannya~). And ghosting is strictly prohibited. Kesannya udah dimulai, tapi ngga diakhiri.. kan ngga sopan. Jadi kalau ada yang ghosting dikondisi hubungan ini, itu artinya dia ngga berani bilang.

Kalau menurut kalian gimana? :)

Wednesday, March 14, 2018

Satu Kata untuk Taiwan

Semua hal itu ada ‘image’-nya. Mulai dari warna, produk, orang, hingga negara, pasti ada gambaran atau pesan yang ingin disampaikan. Image Taiwan dimata saya dalam satu kata itu adalah dewasa. Taiwan itu tenang, fokus dan rendah hati. Dewasa sekali, bukan?

Yang saya perhatikan selama kuliah di Taiwan ini adalah hampir semua dosen disini jarang berpakaian formal ketika lab meeting, mengajar, maupun menguji sidang. Mereka nyaman dengan pakaian kasual mereka. Terlihat sekali mereka berpegang teguh prinsip ‘don’t judge the book by its cover’. Mereka dengan tenang dan yakin bahwa penampilan bukanlah ukuran yang utama dalam menilai orang lain. Mereka percaya kemampuan mereka tetap mampu terpancar keluar dibalik penampilan mereka yang santai. Ini membuat saya nyaman sekali menjadi minioritas dengan memakai hijab. Bahkan keputusan untuk memakai hijab ini ada ketika saya di Taiwan. Saya yakin bahwa mereka tidak akan menyimpulkan sesuatu tentang saya hanya karena penampilan saya.

Indonesia dan Taiwan memang sama-sama memiliki budaya interdependen yang lebih dominan, dibandingkan dengan budaya barat yang dominan dengan budaya independennya. Tapi, Taiwan ini memiliki nilai budaya independen yang lebih tinggi dari Indonesia. Saya melihat dan merasakan bahwa orang Taiwan lebih fokus terhadap diri mereka sendiri. Mereka tidak ingin tau semua urusan pribadi orang lain. Hanya beberapa dosen dan temen lab saya yang bertanya tentang urusan pribadi saya. Semakin lama saya di Taiwan, saya merasa semakin sama pola pikir saya dengan mereka. Saya menjadi fokus dengan diri saya sendiri dan tidak terlalu memikirkan orang lain. Ini yang menguatkan saya selama saya menjalani kuliah ini. Saya fokus menyelesaikan kuliah saya, walaupun teman-teman yang lain tidak melakukan hal yang sama dengan saya. Saya percaya tiap orang punya jalannya masing-masing.

Secara negara, Taiwan ini dibatasi ruang geraknya dengan ‘One China Policy’. Tapi ini tidak membuat Taiwan berhenti bersinar. Taiwan menjadi salah satu negara yang unggul dalam bidang teknologi dan ramah lingkungan. Namun, Taiwan sadar bahwa mereka akan selalu menjadi nomer 2. Secara natural, kesadaran ini membuat mereka menjadi rendah hati dan tidak sombong.  Saya kagum dengan orang-orang Taiwan yang dengan tulus dan sungguh-sungguh menolong orang asing. Saya dengan bahasa Mandarin yang terbatas, mereka dengan bahasa Inggris yang terbata-bata dan kita yang saling mengandalkan bahasa tubuh dan google translate, tidak menghentikan mereka untuk berbuat baik terhadap saya dan orang asing lainnya. Ini hal yang jarang ditemui di negara maju lainnya dan inilah yang membuat Taiwan special dimata orang asing. Ini membuat saya berfikir bahwa kita perlu dengan pintar memutar kekurangan kita menjadi kelebihan. Kita semua lahir dengan kekurangan dan sering kali kekurangan tersebut tidak bisa diperbaiki. Tapi, akan ada kelebihan dibalik kekurangan tersebut, seperti kata pepatah ‘every coin has its two sides’. Kita harus terus berkembang dengan menggunakan kelebihan yang kita punya.

Terima kasih Taiwan yang telah membantu saya untuk berpenampilan, bersikap, dan berfikir lebih dewasa.

Friday, July 29, 2016

Dear Men..

Dear Men,
If you're not gonna stay, please don't make us happy..
If you're not gonna catch us, please don't make us fall..

Dear Men,
Please understand that women are sensitive..
Every little things you say, we'll remember..
and every little things you do, we'll expect it to happen again..

Dear Men,
Please don't leave us out of the blue..
Cut the drama and be transparent..
Tell us if you're interested or staying, so we know what to expect..

Dear Men,
Please spare us the heartache..
If you're not interested nor staying, just say it and leave..
It's so much better for us to know the bitter truth than to expect based on pretenses..

Dear Men,
Our heart has been broken and healed so many times..
So please don't underestimate us by saying that we cannot handle the truth..


Sincerely,
Women

Sunday, June 5, 2016

What is love?

Is it when you feel a connection with someone?
... when you feel a whole and complete just by being together..
... when context matter less than moment..
... and when every moment has it own space in your heart..

Is it when you can't stop thinking about that person?
... when only that person stays on your mind and heart, although there are millions of others..
... when having a lot of admirer means nothing to you if you can't get that person's attention..
... and when everyday, you wish that person nothing but happiness..

Is it when you stop searching?
... when any other woman/men doesn't appeal to you as much as it used to..
... when you can't think of anyone else that's better than him/her..
... and when you're not interested in going on a date with someone new..

Is it when you put 'us' or 'him/her' before 'me'?
... when quality means so much more than quantity..
... when you're patiently waiting for the time being with him/her..
... and when you're willing to sacrifice your own happiness for him/her..

Thursday, October 16, 2014

Quick reminder

Pernikahan itu sesuatu yang agung.
Pernikahan itu untuk jangka panjang.
Bila sudah menikah, jagalah baik-baik janji suci dan komitmen anda. 
Begitu juga dengan perbuatan dan pandangan anda. 
Suatu hal yang lucu dulu, bisa jadi suatu hal yang tidak pantas utk dilakukan ketika anda sudah menikah. 
Persoalan rumah tangga apapun yang ada, selesaikanlah, jangan mencari pelarian diluar. 
Think twice or even triple before you act.

Pardon me, yang tidak tau banyak tentang pernikahan. This is just a quick message for everyone - married and married to be -. I know it's basics and cliche, but I found that we all need to be reminded once in a while.

Thursday, October 2, 2014

Pacaran?

Islam tidak mengenal yang namanya pacaran dan sekarang sudah banyak pihak yang menyerukan untuk tidak berpacaran dengan berbagai alasan - termasuk alasan agama (dosa). Nevertheless, aku ngeliat banyak temen-temen yang Islam, yang taat solatnya dan mengerti banyak tentang Islam, tetap pacaran. So I come up with the conclusion that: pacaran itu tidak berkaitan langsung dengan pengetahuan seseorang dengan Islam. Jadi, sebenarnya ngelarang untuk berpacaran karena dosa itu kurang 'ngena'.

So here I am, trying to give my point of view.

FYI, aku pernah pacaran dan hubungan 'KJDA' (kita jalanin dulu aja) hahaha. Tapi mungkin aku sekarang ada di tahap jenuh pacaran dan cape disakitin terus. Dan aku jadi ngerasa, seruan Islam untuk tidak pacaran itu memang yang terbaik. Foolish me, yang ngga langsung percaya dan harus merasakan 'up and down'-nya pacaran.

Berikut ini alasan kenapa aku berubah pikiran:

1. I'm a whole-hearted type of person.
Aku ngga pernah setuju untuk in a relationship kalau aku ngga suka. Aku ngga pernah nerima hanya karena status, uang atau hal yang lainnya. Jadi, setiap kali pacaran aku selalu memberikan yang terbaik. I always give the best of me. Ini ngga salah kalau dengan orang yang tepat. But if it's a wrong man or a right man in a wrong time.. I can be easily hurt. And yes, I was hurt many times. For most of the time, I try to stay, untill I can barely hold on. Just because, aku ngga mau menyesal di kemudian hari. Jadi bisa disimpulkan bahwa di setiap pacaran, I was broken down untill my last breath.. and now, I don't want this to happen all over again.

2. I over-think and over-assume.
I'm a girl, obviously. Jadi semua perempuan pasti ngerti apa rasanya sms ngga dibales atau dia tiba-tiba ngilang tanpa kabar. Walaupun aku ngga pernah nuntut untuk dikabarin atau untuk sms setiap hari, tapi aku tetep selalu kepikiran pas sms aku lama ngga dibales, atau ketika seminggu intens komunikasi, tiba-tiba dia hilang gitu aja. All of these takes my time and effort. Capek juga sebenernya worrying and assuming too much, but we (girls), just can't help it. Kayaknya udah dari sana nya cewe pasti worring, assuming and thinking too much. Dan kalau udah begitu, aku ngga bisa konsentrasi belajar atau ngerjain apapun.

At this point, mungkin kamu bisa bilang: "pacaran itu ngga selamanya nyakitin kok, aku selama ini seneng-seneng aja pacaran".
Yap, ada kalanya kok aku juga ngerasain seneng and this leads to my third reasons.

3. Tetep ngga bisa konsentrasi, walaupun lagi seneng.
Seneng-seneng pas di awal pacaran itu ngebuat aku pengen terus berkomunikasi. Yaa pengen ketemu, sms, chat, or anything. Tetep aku ngga bisa full konsentrasi ke sekolah/kuliah. 

Jadi bisa dihitung dengan jari berapa hari aku ngerasa produktif, yaitu hari-hari normal diluar 3 kondisi diatas.

*Sedikit kronologi kejadian*
Awal-awal ngerasa seneng banget (kondisi ke-3), lalu pelan-pelan dia mulai melakukan aktifitas normalnya dan ngga intensif lagi komunikasi (kondisi ke-2). Setelah ini mungkin aku 'mengerti' dan mulai produktif melakukan kegiatanku. Tapi pengalamanku, mereka semakin lama semakin cuek/jauh, jadi aku mulai ngga fokus lagi by trying to hold on (kondisi pertama) and not long after that.. it's over.

Ngga ada yang salah dengan ke-3 sifat atau kondisiku itu, it was just in a wrong time and/or with a wrong man. I feel like I'm wasting my time and energy. Dan aku sadar bahwa jodoh itu sudah diatur oleh Allah. Jadi buat apa aku ngerasain roller-coaster dengan in and out of relationship, kalau Allah sudah menyiapkan semuanya untukku?

Dan apa sih keuntungannya pacaran?
 1. Keliatan keren/laku?
Ngga juga.. banyak orang yang keren/sukses sekolah/kuliah/kerja tanpa pacaran.

2. Diperhatiin?
Masih ada keluarga dan teman yang bisa ngasih perhatian yang lebih tulus dari pacar.

3. Temen curhat/temen jalan?
Well, ngga perlu pacaran untuk bisa jadi temen curhat atau temen jalan.

Hmm, what else?

Honestly, dulu aku pacaran karena temen-temen yg lain pada pacaran, jadi aku pengen ikut2an dan penasaran ngerasain gimana pacaran itu. Dan aku dulu ngerasa kalau aku bisa menghindar dari anything that leads to 'zina'. As I know better, I realize 'zina' can happen in a blink. Despite that, I also don't want to risk all my heart, time and energy only for my curiousity, the fame and peer-pressure.

Aku setuju bahwa kita perlu mengenal calon pendamping kita. Tapi masih banyak cara yang lain, ngga hanya pacaran, HTS, KJDA atau jenis-jenis hubungan lainnya. 

I'll go for: friend. Tetaplah berteman dengan orang yang berpotensi atau berkeinginan jadi pendamping kita. Ngga ada status and no heartbreaks, tapi kita tetep bisa diskusi dengan orang tersebut dan melihat kualitas dirinya.

It's been 2.5 years I've not been in any relationship. I value myself higher that I don't want to be a victim anymore. No heartbreaks and tears within these years and YES, I feel so much better.

Thank you for all those mens and relationships that makes me who I am right now. Mungkin ini jalanku untuk mengerti mana yang benar dan mana yang salah.

Semoga aku tetep berpegang teguh prinsipku ini :)

Thursday, September 25, 2014

Trust and Promise

Trust.

Don't you ever take someone's trust for granted. Once you lose it, you'll never get it back - even so, it will never be the same. Kepercayaan itu sesuatu yang istimewa, karena ngga semua orang aku kasih kepercayaan. So please keep it. Aku pasti memaklumi dan tetep positive thinking untuk kejadian yang pertama, kedua, maupun ketiga.. and I take all your excuses. Tapi tidak untuk yang kesekian kalinya

Another thing is, I am usually hurt when someone betrays my trust. Because I never see it coming.. never thought that they would do anything to hurt me, NEVER. Well yes, maybe I'm not careful enough in selecting whom I shoud trust.. Oops, my bad..

Promise.

Don't promise on something you can't keep. Hati-hati, lidah itu senjata yang paling tajam. Aku paling ngga suka kalau ada yang ngga menepati janji. At least, say something: re-schedule or re-organizing.. just don't leave me out of the blueAgain, aku pasti memaklumi untuk beberapa kali kejadian. Tapi tidak untuk yang kesekian kalinya.

Dia aku percaya, tapi ngga menepati janji dan hilang gitu aja? that is the worst person ever.

Dan biasanya, setelah sekian lama nunggu, positive thinking, dan masih percaya, tapi orang itu belum juga menepati janjinya.. I'm giving up, very dissapointed.. and of course, they'll lose my trust..

Cukup tau, learn my lesson and move on..

Saturday, July 12, 2014

Berkah Ramadhan :)

Selama ini aku hanya terfokus pada diriku saja. Aku, aku dan aku..

Aku selalu mikir betapa lambatnya aku mengerjakan riset, susahnya aku memikirkan metode-metode yang lain dan stressnya aku memikirkan cara untuk mengembangkan topik risetku ini. Dan ngga jarang aku merasa bahwa kapasitas otakku itu udah mentok dan sepertinya yang lain jauh lebih pinter dibandingkanku.

Yang paling bikin nge-down itu ngeliat 2 anak lab, master degree: yang satu dia ngambil salah satu topikku dan digabungkan dgn topik yang lain dan dia bisa punya 4 studies, nilai thesisnya paling bagus, masuk thesis competition dan pastinya Prof bangga sekali dengannya. Yang satunya lagi ngikutin salah satu metode-ku, dan lagi-lagi dia bisa punya 4 studies, nilainya bagus, anak kesayangan Prof, masuk thesis competition juga.

Dan aku? dari dulu 3 studies aja ngga selesai-selesai.. Walaupun emang beda tujuan dan jalan cerita kita, tapi ini terlihat amat sangat kontras.. Sedangkan waktu untuk submit paper udah di ambang pintu..  yup, the pressure is so-very huge..

Ketika underpressure, berkali-kali terlintas untuk mundur, take a break, or daydreaming hoping it's over soon. Setelah itu teringat alasanku untuk S3 dan perlahan-lahan bangkit. Orang tua-lah yang terus menyemangatiku untuk terus maju tanpa stress dan mengingatkanku untuk perbanyak Dzikir. Mungkin karena ngeliat aku begitu stressnya, mereka bilang "yaudah nis, ini iseng-iseng berhadiah, jangan dibawa stress yaa". And yeah, somehow it works :)

Beberapa minggu setelahnya, Ramadhan datang. Mulai shalat tharawih + witir dan lebih banyak baca Al-Quran + Dzikir.

Sesaat setelah itu ada beberapa yang aku rasakan dan dapatkan.. Mungkin ini berkah Ramadhan.. Alhamdulillah:
1. Hatiku lebih tenang dan bisa mengerjakan riset tanpa stress. Somehow I found the way to cope with it.

2. Nilai progress report selama ini ternyata dikasih nilai A sama Prof.. Selama 3 semester kemarin dapet A-, dan padahal sekarang ngga berharap banyak, mikirnya paling dapet nilai yang sama juga.. Tapi lalu aku mikir, mungkin A ini bisa jadi salah satu pemacu untuk menyelesaikan paperku yang artinya mungkin "you're good enough, you've been through long enough, finish it, don't give up"

3. Kuesioner boleh disebar, yang artinya setelah kuesioner ini tinggal merevisi penulisan dan it's ready! Aamiin..

4. This is the most shocking thing that happened.

Beberapa temanku mulai bilang kalau mereka ingin sekali nerusin kuliah sampai S3, tapi kondisi yang tidak memungkinkan: perlu cari uang, perlu menghidupkan keluarga, sudah ada anak, perlu nerusin bisnis keluarga, tidak dapat beasiswa, dll..

Aku tersentak. Aku ngga sadar bahwa banyak sekali orang diluar sana yang menginginkan ini, tapi belum bisa. Aku yang ... belum perlu cari uang, masih ada orang tua yang bekerja, belum berkeluarga, belum ada anak, tidak ada bisnis/kegiatan lain, dan dapat beasiswa full ... kenapa ngga bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya?
 
Ini membuat aku bersyukur tiada henti. Membuatku semangat mengerjakan risetku.
Aku mau memanfaatkan kesempatan langka ini - yang mungkin tidak akan datang kepadaku lagi.


There's no such thing as second chance, right?
So do it wholeheartedly and never take things for granted ;)



All and all, ternyata bukan aku, risetku atau Profku yang salah. Tapi ibadahku-lah yang kurang.

Monday, May 12, 2014

12 Mei: A Note for Grieving Mothers

Mungkin hampir semua tau tanggal itu. Tapi untuk mahasiswa dan alumni Trisakti khususnya, tanggal 12 Mei itu bukan hanya sekedar tanggal. Walaupun udah lulus bertahun-tahun dan udah ada di perantauan, semangat untuk menuntaskan 12 Mei tetap ada.

Setiap tahun, di tanggal 12 Mei, mahasiswa Trisakti turun untuk demo ke Senayan. Dari awalnya menuntut keadilan, hingga akhirnya itu hanya rutinitas memperingati hari Reformasi.

Diawal kuliah, senior Trisakti memutarkan video yang memperlihatkan betapa sedihnya keluarga korban. Semua ibu korban pun terus memohon kepada mahasiswa Trisakti untuk menuntut keadilan, untuk terus mencari siapa yang salah, atau sekedar mencari closure. Ibu mana yang rela mengetahui anaknya dibunuh oleh aparat negaranya sendiri (atau siapapun yang saat itu memakai seragam aparat negara). Semangat untuk mencari jawaban pun hadir di tiap jiwa mahasiswa Trisakti. Rasanya pengen banget melakukan sesuatu untuk mereka, apa aja

Tapi kita juga tidak bisa menutup kenyataan, bahwa seiring berjalannya waktu, semua bukti entah lenyap kemana dan saksi pun tidak berani muncul. Sedih rasanya melihat kenyataan yang ada. Sedih, mengetahui tidak bisa memberikan closure ke keluarga korban. Sedih, mengetahui pemerintah tidak peduli dengan rakyatnya.

Sayang Bu, saya belum bisa melakukan apa-apa. Maaf Bu, saya dan para senior Trisakti tidak punya power sekuat itu untuk menyeret orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Hanya do'a yang bisa kami panjatkan, dan menyerahkan semuanya ke yang Maha Adil. Kami yakin pasti ada balasan yang setimpal untuk mereka.

Semoga Ibu sekeluarga diberikan keikhlasan dan ketenangan ya. Percayalah Bu, kami tidak akan lupa kejadian itu. 12 Mei tetap di hati.


16 Tahun Reformasi: 12 Mei 1998 - 12 Mei 2014

Friday, April 4, 2014

Passion

I consider myself living my life with passion, rather than dreams.

I may not have a huge dream or a detailed ones, but every seconds of my life is full of passion. I have quite a lot of passions: writing, reading, jogging, cycling, swimming, knitting, handcrafts, analyzing, leading, travelling, adventure, violin, piano, language, french, mandarin, new things, hiking, sleeping. My life is guided by my passions. Everything I do is always related to these passions, because if you do things with passion, you can always will be able to keep on going and give 100%.

When people ask me: 'What do you want to do in the future?' I may answer it with a standard answer that even I don't know if I able to pursue it. I'm more kind of thinking in step by step. Well, I know what step I will take after, but it's not detailed yet. I focused on the current step, instead. Focus, find my passions in it, have fun and no regrets. Alhamdulillah, so far, I never do things that is not my passions and that I regreted.

I'm not saying living your live in dream is wrong. It's just people have different ways in living their lives and this is my way :)

Better yet, you need to have dreams, and living your life with passions to get your dreams :)

Wednesday, January 8, 2014

The truth

I'm a big fan of 'asking'. If you don't know, ask. If you're not sure, ask. If you're curious ask.
Things are so much easier when we all be honest and transparent to each other.

Not knowing makes us assuming and in some cases, even overthinking.
We can't assume on everything, unless we assume in every possible condition. And we shouldn't overthink, 'cause usually things are not as complicated as we thought.

On the other hand, most of the time we can't answer some questions. The answer would be 'I don't know why', 'I just did it', 'I just knew', 'I felt like it', 'I don't realize when', etc. People may or may not say the truth for some reasons.

If you asked and got an answer like that, try to look at their attitude and their eyes.

People can say anything, but eyes can't lie. 
It's a biology reaction that our pupils will get bigger/dilated when we are excited and smaller/constricted when we are upset. Evenmore, eyes can tell you more than anything. Two peoples can communicate only by looking at their eyes. There are also other reflects that we can observed from people, such as eyes & hands movement. 

People can fake to behave in certain ways, but their attitude remain unchanged. 
Behavior can only stay in a short term while attitude stay forever. Attitude is something that they have inside them. Some values and belief that they carry on. You will know why and how people make decision based on their attitude. Attitude can be discovered by analyzing their background information or work with them.

So, just observed! I'm sure the answer is there, but you're not aware of that.
If you care enough about the answer, take a second to look. People can't hide it all the time :)

Friday, December 20, 2013

Date A Diplomat's Daughter

Date a diplomat's daughter. She values all the available time at her best because she knows there will be a time that she'll leave to another place. She has various idea to plan every moment and yet still be flexible as the leaving time is unpredictable and keep changing in the very last minute. Being together is all she's ever wanted. Simple. 

Date a diplomat's daughter. Since she moves to a new place at least every 3 years, it makes her easy to be friend with. You always have enough time to tell her anything and she'll always ready to listen. Simply because she knows when to speak and to listen as her parents taught her how to behave in diplomatic way. She's also always look at different point of view of something, since different countries have different ways of saying things. So, to fight is not her thing. She may want to argue or debate just to find out why and how out of her curiosity. 

Date a diplomat's daughter. You won't find any hard time to adjust. Give her anything, take her anywhere and she will accept and appreciate everything without complaining as she's been through every possible situation. Better yet, she's very into an adventure, surprise her. You can also talk almost everything with her. Being in foreign countries broadens her knowledge world-widely - economy, politic, law, culture, language - you name it.

Date a diplomat's daughter. She knows how to handle herself and people around her. Trying to live and survive in a new country, makes her able to take care of everything - household problems included. Although she's been through a lot, she still manages to look strong and happy. Because of this, she grows up quickly, becomes more mature and able to adapt fast.

Date a diplomat's daughter. She has strong moral values to hold on into. As environment and friends are changing, she needs a solid ground to keep her in the right path. You can always rely on her and never get disappointed.

Date a diplomat's daughter. It may be hard to keep relationship in a distance, but once she chooses you, she believes that it will works. Since she moves frequently, she only get a chance to trust a few people. If you're the one that she trusts, keep it; or else you'll never get it back.

Note: It only applies when the daughter moves together with her parents after - at least - 2 different foreign countries.

Tuesday, October 15, 2013

'Udah ada tanggalnya'

Ketika ngomongin pernikahan, selalu aku jawab: "belum ada calonnya" atau "masih belum nemu calonnya". Lalu saat itu dijawab oleh seorang istri ustadz:

"Tenang aja, udah ada tanggal yang ditetapkan oleh Allah kok untuk mba Nisa.. 'Mba Nisa dengan siapa, pada tanggal sekian..' gitu"

Simple. Tapi ngena banget. Mengingatkanku kembali bahwa jodoh itu sudah ada yang atur. I don't need to worry anymore and let Allah handle it

To all jomblo (including me :p):
Jadi, udah ngga perlu lagi galau kalo gebetan menjauh, bingung kalo ngga ada yang ngedeketin atau sedih pas gebetan punya pacar baru. Semua udah diatur kok, ngapain dipikirin? mending mikirin sekolahan, kuliah, kerja, hobi baru, keterampilan baru, tambahin wawasan, tambahin teman, dll.

Gunakan waktu berhargamu dengan kegiatan positif! :)

Sunday, January 27, 2013

Complicated

Aku terlalu sombong.
Terlalu yakin bahwa aku bisa melewatinya.
Bahwa ini sama dengan yang lainnya.
That I'll be fine and go on.

Tidak pernah sekalipun terbesit dalam pikiranku bahwa aku tidak bisa.
Karena kondisinya akan selalu mendukungku untuk melewatinya, pikirku.

Tapi aku lupa.
Lupa bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.
Everything's possible.

Ternyata kondisinya mengagetkan.
Kondisinya sangat tidak mendukung.
Kondisinya sangat complicated.

Karena aku tidak pernah memikirkan skenario ini, aku tidak siap.
No back up plans.
I screwed up.

Well, I realized, nothing is ever too late to try.

Aku mencoba untuk sadar.
Dan perlahan melepasnya.

One thing I believe in is that "The storm will eventually pass" and I'll be stronger than ever.

Saturday, January 21, 2012

the story of a little fish

Once upon a time, there's a little fish swimming around freely in the sea. There's also a man with a net who just lost his fish. His friends are telling him to catch this fish. At first, the fish hesitate, whether to go into the net or not. But finally, the fish get in, and being caught by that net. After a while, for some reason, that man put the fish back into the sea. The fish feels so sad. But this little fish will stay close, just in case someday, that man will catch this fish again :)

Letting go, accepting bad things and waiting patiently are the hardest things to do. But once you can handle it, you own the world. If this life is a game, those things are the obstacles in the top level, the one we're supposed to kill the giant king. When it's done, you'll win with the great score. Same thing in real life. After successfully going through those problems, everything seems brighter and you'll be so much happier than ever.

It needs a process. No one said it would be easy, but they said it would be worth it :)
Have a faith, do it and good luck!

Saturday, December 17, 2011

Life

Life is like a roller coaster, or a spinning wheel. Sometimes you're up high in the sky, but in the next second you'll be down under, even lower than the ground. This change is changing quickly. I know, the purpose is to be thankful for what you got right now and never take things for granted. Because nothing is last forever. So you gotta maximize what you have til the limit.

The funny thing is when you're up there, all parts of your life also makes you happy at the same time and vice versa. When you did great in school, your family supports you and you have many friends around. Everything is in line. Everything makes you happy. Sometimes, this what makes us forget to thank God.

And when you're down, when something happens in your family, your performance at school is decreasing and other things. Everything happens at once, until you can barely handle it. There are uncountable tears that falls from your eyes. Many questions that pops into your head, especially: 'why this is happening to me, God?'.

But, do you ever ask the same question when you're happy? NO. I bet you never ask God why something's good is happening to you. It's not fair, right? You only ask and pray more when you're in a bad condition.
I just want to remind everyone, especially me: to always be thankful for what you've got now, good or bad. Because it won't last long and there will be a beautiful plans ahead.

When something bad happens, you gotta stand up straight and look forward. Don't let the situation drags you down. Remember:

1. Always believe that you can handle it, because God will never give a challenge to you, if He knows you can't handle it.

2. If you think the challenge is too hard, always think that it means your level is high now, please..give yourself a credit. And when you finally can get through all this, your level will even higher.

3. It will be over soon. So held your head up!

4. Never ask why! Because someday you'll be thankful of what have had happens.

5. Don't think too much. Follow your heart, instead.

6. Pray and be thankful. Even you had a bad day, at least you should be thankful that you're still alive today :)


"Never expect, never assume, never ask and never demand. Because if it's meant to be, it will be"
"Que sera sera. Whatever will be, will be. The future's not ours to see"